PERHITUNGAN PENYUSUTAN GARIS LURUS

Aktiva tetap dalam akuntansi adalah aktiva berwujud yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa, untuk direntalkan kepada pihak lain, atau untuk tujuan administratif; dan diharapkan untuk digunakan selama lebih dari satu periode.

Jenis aktiva berwujud ini biasanya dibeli untuk digunakan dalam operasional dan tidak dimaksudkan untuk dijual kembali. Contoh aktivat tetap antara lain adalah properti, bangunan, pabrik, alat-alat produksi, mesin, kendaraan bermotor, furnitur, perlengkapan kantor, komputer, dan lain-lain. Kecuali tanah atau lahan, aktiva tetap merupakan subyek dari depresiasi atau penyusutan.

Pada umumnya, banyak perusahaan menggunakan dasar perhitungan penyusutan menggunakan metode garis lurus karena dianggap mudah dan sederhana. Rumus perhitungan penyusutan metode garis lurus adalah sebagi berikut :

Harga Perolehan (harga beli) / (umur ekonomis x 12 bulan)

Misal :

Harga perolehan aktiva adalah Rp. 1.000.000,-

Umur ekonomis aktiva adalah 5 tahun

Maka perhitungan besarnya penyusutan aktiva per bulan adalah :

Rp. 1.000.000,- / (5 x 12)

= Rp. 1.000.000,- / 60

= 16666.666666666666666666666666667